Kerana Sebutir Pesan

Ku mendongak

Kau disana

Bersama soleh, iman & taqwa

Bak mutiara ditelek mentari

Sealam cerah engkau sinari

Diawangan engkau berdiri

Sedang aku merangkak disini

 

***********************

Sungguh, sungguh..

Itulah jalan ku dahulu

Jalan cemar katamu

tingkah nafsu, laluan dosa

langkah sia, amal dusta

yang kau bumbungkan dgn caci

yang si da’ei dindingkan dengan benci

lalu bait itu ku kunci

jauh darinya aku pergi

 

pintu baru segerbang luas

indah ruang terisi puas

hembus bayu selembut kekapas

Ah! Nikmatnya bernafas!

Kecil-kecil langkahku ke atas

 

Namun,

tatkala lemah genggamku

tertunggu-tunggu kata dakwahmu

ternanti-nanti teguran si da’ei

kau tahu ku tak mengerti

kenapa tidak kau ambil peduli?

 

***************************

timbangmu berat dikanan

menanti hiasan

tersedia pakaian

kau berkenderaan

tapi

kepada persoalan

ku ingin jawapan

dulu sewaktu ku kesasaran

tiada darimu sebutir pesan

mengapa?

maaf,

ku pisahkan

si daei dengan titian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s